Bawaslu Pemalang Bekali Siswa PKL dan Mahasiswa Magang tentang Pengawasan PDPB
|
Pemalang — Anggota Bawaslu Kabupaten Pemalang, Syaefudin Juhri, S.H., menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diikuti oleh siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan mahasiswa magang mandiri, Kamis (30/07/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman sekaligus membekali peserta mengenai pentingnya pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong keterlibatan aktif siswa PKL dan mahasiswa magang dalam mendukung pengawasan partisipatif.
Dalam pemaparannya, Syaefudin Juhri menjelaskan mengenai definisi dan urgensi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Menurutnya, pengawasan PDPB merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas, akurasi, serta validitas data pemilih sebagai salah satu fondasi penyelenggaraan pemilu yang demokratis.
“Pemutakhiran data pemilih perlu dilakukan secara berkelanjutan agar data pemilih selalu akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap proses pemutakhiran berjalan sesuai dengan ketentuan,” jelas Juhri.
Selain menyampaikan materi mengenai pengawasan PDPB, Syaefudin juga memberikan penjelasan terkait metode uji petik data pemilih. Materi tersebut dilengkapi dengan gambaran serta simulasi pelaksanaan pengawasan PDPB agar peserta dapat memahami tahapan dan mekanisme pengawasan secara lebih konkret.
Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pemeriksaan dan pencocokan data pemilih di lapangan, termasuk identifikasi potensi ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi faktual. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian dalam melakukan pengumpulan informasi serta pencatatan hasil pengawasan.
Juhri berharap mahasiswa magang mandiri tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat berperan aktif dalam kegiatan pengawasan melalui praktik langsung di lapangan.
“Kami berharap mahasiswa magang dapat turut berperan serta dalam pengawasan partisipatif. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah melaksanakan uji petik data pemilih (TMS - Meninggal Dunia) di salah satu balai desa sebagai bagian dari pelaksanaan tugas magang,” ujarnya.
Kegiatan uji petik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi data pemilih di tingkat desa. Selain menjadi bagian dari proses pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi generasi muda terhadap pengawasan penyelenggaraan pemilu.
Penulis : Soumy Mubarok
Editor : Syaefudin Juhri, S.H.