Rencana Bawaslu, libatkan Mahasiswa Magang dalam pengawasan PDPB melalui Pengawasan partisipatif
|
Pemalang – Anggota Bawaslu Kabupaten Pemalang, Syaefudin Juhri, S.H., memberikan pembekalan materi kepada mahasiswa magang mandiri terkait Sosialisasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diselenggarakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Pemalang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Universitas Wijayakusuma Purwokerto (UNWIKU), Universitas Pekalongan (UNIKAL), dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Syaefudin Juhri menjelaskan bahwa “meskipun saat ini penyelenggaraan pemilu berada pada masa non-tahapan, Bawaslu tetap memiliki mandat pengawasan yang diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, salah satunya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) oleh KPU”.
Lebih lanjut, Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai definisi dan tujuan PDPB sebelum mendalami berbagai metode pengawasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu. Materi yang disampaikan meliputi ruang lingkup pengawasan PDPB sebagaimana Perbawaslu 1 tahun 2025 pencegahan, pengawasan langsung, pelaksanaan uji petik, pengawasan partisipatif, penyampaian saran perbaikan kepada KPU, hingga tindak lanjut atas hasil pengawasan.
Menurut Juhri, keberhasilan pengawasan data pemilih tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran strategis dalam mengawal akurasi data pemilih melalui pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Sebagai bentuk implementasi materi yang telah diterima, seluruh mahasiswa magang diberikan tugas praktik berupa pelaksanaan uji petik dalam bingkai pengawasan partisipatif di desa tempat tinggal masing-masing. Kegiatan tersebut bertujuan agar peserta mampu memahami secara langsung proses pengawasan data pemilih sekaligus mengidentifikasi potensi permasalahan yang dapat memengaruhi kualitas daftar pemilih.
Melalui kegiatan pembekalan ini, Bawaslu Kabupaten Pemalang berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademis mengenai pengawasan kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Sinergi antara Bawaslu dan kalangan akademisi diharapkan dapat memperkuat sistem demokrasi dengan dimulai dari memastikan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.
Penulis : Soumy Mubarok
Editor : Syaefudin Juhri, S.H.