Lompat ke isi utama

Berita

Pokjar Demokrasi dan Pengawasan Pemilu Bawaslu Kabupaten Pemalang Bahas Tipologi Pemilih dan Ketertarikan Politik

Pokjar21Mei2026

Chairul Umam Saat Memberikan Materi Pada Kegiatran Kelompok Belajar (Pokjar) Demokrasi dan Pengawasan Pemilu

Pemalang – Bawaslu Kabupaten Pemalang kembali melaksanakan kegiatan Kelompok Belajar (Pokjar) Demokrasi dan Pengawasan Pemilu di Kantor Bawaslu Kabupaten Pemalang pada Kamis (21/05/2026). Kegiatan yang memasuki pertemuan minggu kedua ini mengangkat tema “Mengenal Demokrasi dan Pemilu” dengan fokus pembahasan mengenai Tipologi Pemilih dan Ketertarikan Politik.

Pada kesempatan tersebut, diskusi dipantik oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pemalang, Chairul Umam, selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa. Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Chairul Umam menjelaskan bahwa pemahaman mengenai tipologi pemilih menjadi salah satu aspek penting dalam kajian demokrasi dan kepemiluan. Menurutnya, setiap pemilih memiliki karakteristik, latar belakang, serta tingkat ketertarikan politik yang berbeda-beda sehingga memengaruhi cara mereka menentukan pilihan dalam pemilu.

“Memahami tipologi pemilih penting untuk melihat bagaimana perilaku politik masyarakat terbentuk. Setiap pemilih memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menentukan pilihan, baik yang didasarkan pada rasionalitas, kedekatan emosional, identitas sosial, maupun faktor-faktor lainnya,” ujar Umam.

Ia menjelaskan bahwa ketertarikan politik masyarakat juga menjadi indikator penting dalam kualitas demokrasi. Tingginya minat masyarakat terhadap isu-isu politik dan kepemiluan akan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi serta kesadaran dalam mengawal proses demokrasi.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses dan substansi demokrasi itu sendiri. Karena itu, peningkatan literasi politik menjadi sangat penting,” tambahnya.

Materi yang disampaikan secara sistematis dan mendalam tersebut mendapat respons positif dari peserta Pokjar. Berbagai pertanyaan, pandangan, serta pengalaman peserta mewarnai jalannya diskusi sehingga menciptakan suasana belajar yang dinamis dan konstruktif.

Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan ini adalah bagaimana memahami kecenderungan perilaku pemilih dalam konteks perkembangan sosial dan politik yang terus berubah. Peserta juga diajak untuk melihat hubungan antara tingkat pendidikan politik masyarakat dengan kualitas partisipasi dalam pemilu.

Kegiatan Pokjar Demokrasi dan Pengawasan Pemilu minggu kedua ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang berlangsung aktif dan antusias. Semangat peserta dalam mengikuti pembelajaran menjadi cerminan tingginya minat untuk memperdalam pengetahuan tentang demokrasi dan kepemiluan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Penulis: Soumy Mubarok, Bayu Hernowo

Editor : Syaefudin Juhri, S.H.