Lompat ke isi utama

Berita

Mahasiswa Magang Rasakan Pengalaman Nyata Menjadi Pengawas Partisipatif di Bawaslu Pemalang

Podcast

Riya Nofita (kanan) saat berbincang dengan Mahasiswa Magang pada Podcast "Nggrombyang"

Pemalang ~ Sebanyak kurang lebih 11 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti program magang mandiri di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pemalang selama Agustus 2026. Riya Nofita mengulik pengalaman tersebut melalui Podcast “Nggrombyang” yang disiarkan secara live Youtube Bawaslu Kabupaten Pemalang pada Kamis (27/8/2026).

Dua mahasiswa, Zahra Nadya Nuraini, mahasiswa Hukum Tata Negara UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan Trisni, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Wijayakusuma Purwokerto, berbagi pengalaman selama mengikuti program magang di Bawaslu Kabupaten Pemalang. Keduanya mengaku mengetahui kesempatan magang melalui media sosial Bawaslu Kabupaten Pemalang. Proses pengajuan hingga penerimaan magang dinilai berlangsung cepat dan responsif.

Kesan awal

Kesan awal mengenai lingkungan kerja Bawaslu yang formal dan kaku juga berubah setelah mereka mengikuti kegiatan secara langsung. Mahasiswa justru mendapatkan sambutan yang ramah serta ruang belajar yang luas dari jajaran Bawaslu Kabupaten Pemalang.

“Awalnya saya membayangkan akan masuk ke lingkungan yang sangat formal dan kaku. Ternyata setelah masuk, kami mendapatkan sambutan yang baik dan ruang yang luas untuk belajar,” ungkap Zahra

Selama magang, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi kepemiluan, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran, diskusi, Kelompok Belajar (Pokjar) Demokrasi dan Pengawasan Pemilu, hingga praktik dan kegiatan lapangan.

Trisni mengatakan pengalaman tersebut membantunya menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja.

“Di kampus kami banyak belajar teori tentang birokrasi, hukum dan pemilu. Saat magang di sini, kami bisa melihat secara langsung bagaimana teori tersebut diterapkan. Itu benar-benar menambah ilmu dan pengalaman baru,” kata Trisni.

Terjun ke Lapangan

Pengalaman lapangan juga menjadi bagian yang paling berkesan bagi para mahasiswa. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan pengawasan partisipatif dengan mendatangi sejumlah desa, termasuk melakukan pengecekan data pemilih dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Zahra menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru bahwa data pemilih bukan sekadar angka atau data administratif, melainkan berkaitan langsung dengan hak politik warga negara.

“Ketika turun ke desa dan melihat data secara langsung, saya memahami bahwa di balik nama dan angka dalam data pemilih terdapat hak politik dan hak konstitusional warga negara yang harus dilindungi,” tuturnya.

Pengalaman Ikut Bawaslu Goes to School

Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan Bawaslu Goes to School, termasuk di SMA Negeri 3 Pemalang dan MAN Pemalang. Dalam kegiatan tersebut, mereka turut memberikan edukasi mengenai demokrasi dan kepemiluan serta membantu siswa melakukan pengecekan status data pemilih.

Menurut Zahra, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan karena Pemilu merupakan bagian dari pelaksanaan kedaulatan rakyat.

“Pemilu bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemimpin, tetapi merupakan bagian dari kedaulatan masyarakat. Karena itu, masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut berpartisipasi dalam mengawasi tahapan Pemilu,” jelasnya.

Sementara itu, Trisni menambahkan bahwa pengawasan partisipatif perlu diiringi dengan sosialisasi yang cukup hingga tingkat masyarakat paling bawah agar warga memahami peran dan mekanisme pengawasan.

“Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, sosialisasi hingga ke tingkat desa juga penting agar masyarakat mengetahui apa yang harus diawasi dan bagaimana cara berpartisipasi,” ujarnya.

Hal yang paling berkesan

Setelah menjalani magang selama kurang lebih satu bulan, keduanya menilai waktu tersebut masih belum cukup untuk mempelajari seluruh tugas dan fungsi Bawaslu yang ternyata sangat luas.

“Selama satu bulan ternyata masih kurang. Awalnya saya berpikir Bawaslu hanya bekerja ketika Pemilu berlangsung, tetapi setelah terjun langsung ternyata tugas pengawasan Bawaslu sangat luas,” kata Zahra.

Hal senada disampaikan Trisni. Menurutnya, pengalaman magang memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus memperkuat keterkaitan antara ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik kelembagaan.

Bagi keduanya, program magang di Bawaslu Kabupaten Pemalang juga dinilai relevan dengan bidang studi masing-masing. Zahra yang berlatar belakang Hukum Tata Negara mendapatkan pengalaman mengenai hukum Pemilu dan penyelesaian sengketa, sementara Trisni memperoleh pengalaman terkait administrasi, organisasi, birokrasi, hukum, dan kerja tim.

Selain pengalaman akademik dan profesional, suasana kekeluargaan di lingkungan Bawaslu menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi para mahasiswa.

“Yang paling dirindukan nanti adalah suasana dan orang-orangnya. Kami tidak menyangka bisa mendapatkan teman dan lingkungan yang begitu menyenangkan selama magang,” ujar Zahra.

NggrombyangMahasiswa

Menutup pengalaman magangnya, para mahasiswa berharap Bawaslu Kabupaten Pemalang terus membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar mengenai demokrasi dan pengawasan Pemilu.

“Semoga ke depan Bawaslu Kabupaten Pemalang terus membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin magang. Program seperti ini sangat berkesan dan menjadi bekal pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa,” pungkas Zahra.

Program magang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif tidak hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan lembaga penyelenggara pengawasan Pemilu. Bagi para mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami demokrasi secara lebih nyata sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk ikut mengawal proses kepemiluan.

Simak Podcast Selengkapnya : Tonton

Penulis : Soumy Mubarok

Foto : Bayu Hernowo

Editor : Syaefudin Juhri, S.H.