Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Pemalang Buka Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026

Pembukaan

Sudadi (kanan) Saat Membuka Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026

Pemalang ~ Bawaslu Kabupaten Pemalang menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Pemalang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” tersebut merupakan bagian dari program kerja Bawaslu Republik Indonesia Tahun 2026 dalam rangka memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Sebanyak 40 peserta yang merupakan anggota Pramuka dari 20 pangkalan/sekolah di Kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pemalang, Bawaslu Pemalang mendorong keterlibatan generasi muda sebagai bagian dari gerakan pengawasan partisipatif menuju Pemilu Tahun 2029.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pemalang, Sudadi, S.H. Dalam sambutannya, Sudadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta mengajak para anggota Pramuka untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal dalam mengawal proses demokrasi di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Pramuka yang telah mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 dimulai dari Pembelajaran mandiri sampai dengan Pendalaman Materi pada hari ini nanti. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan, memperkuat semangat kepedulian terhadap demokrasi, serta menjadi langkah awal untuk berperan aktif dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujar Sudadi.

Pada kesempatan tersebut, secara virtual hadir pula Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Sutresno, S.H., M.H. melalui Aplikasi Video Conferece (Zoom). Dalam sambutannya Wahyudi memaparkan bahwa Pemilih pemula atau Generasi Z memiliki peran yang sangat strategis dalam Pemilu Tahun 2029. 
“Sebagai generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, Gen Z memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses, mengolah, dan menyebarluaskan informasi melalui berbagai platform digital. Kemampuan tersebut menjadikan mereka tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen penggerak demokrasi yang dapat berkontribusi dalam mengawal jalannya proses pemilu.” Terang wahyudi

Dengan tingkat literasi digital yang tinggi, Generasi Z mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi kepemiluan yang akurat, mengidentifikasi potensi hoaks dan disinformasi, serta berpartisipasi dalam pengawasan pemilu secara lebih efektif. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, mereka juga dapat menjadi penyambung informasi kepemiluan yang edukatif kepada masyarakat luas.

P2P2026

Selain itu, pemilih pemula merupakan kelompok yang akan mendominasi komposisi pemilih pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, keterlibatan aktif Generasi Z dalam pengawasan partisipatif menjadi sangat penting untuk mendukung terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Dengan semangat inovasi, kreativitas, serta kedekatan mereka terhadap teknologi, Gen Z diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga demokrasi di era digital.

Penulis : Soumy Mubarok

Editor : Syaefudin Juhri, S.H.