Bawaslu Pemalang Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Volume 11, Bahas Bahaya Hoaks dalam Pemilu
|
Pemalang – Anggota Bawaslu Kabupaten Pemalang, Syaefudin Juhri, S.H., mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 11 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Bahaya Hoax dalam Pemilu: Refleksi Kasus 2024 dan Proyeksi 2029” dan menghadirkan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, Septiaji Eko Nugroho dari Mafindo memaparkan berbagai strategi dan metode dalam menangkal penyebaran hoaks, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu kepemiluan. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut masyarakat untuk semakin cermat dalam memilah dan memverifikasi informasi.
“Hoaks dalam pemilu dapat memengaruhi persepsi publik dan berpotensi merusak kualitas demokrasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital, termasuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya,” ujar Septiaji.
Banyak konten baik video maupun gambar yang dibuat oleh AI (Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan) yang mana benar atau tidaknya harus dilakukan verifikasi. Ia juga memperkenalkan sejumlah metode dan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengecek kebenaran informasi, seperti teknik penelusuran sumber, pengecekan fakta melalui platform terpercaya, serta pemanfaatan aplikasi digital yang mendukung verifikasi konten.
Sementara itu, Syaefudin Juhri menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan penting bagi jajaran pengawas pemilu dalam menghadapi tantangan penyebaran disinformasi ke depan.
“Literasi digital menjadi bagian penting dalam pengawasan pemilu saat ini. Kami perlu terus meningkatkan kapasitas agar dapat mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah dampak negatif dari penyebaran hoaks,” ungkap Juhri.
Kegiatan Literasi Pojok Pengawasan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk melawan hoaks, sehingga tercipta ekosistem informasi yang sehat dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas menuju tahun 2029.
Penulis : Soumy Mubarok
Editor : Syaefudin Juhri, S.H.