Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pemalang Dorong GEN Z Ambil Peran Pada Pemilu Mendatang

JuhriP2P

Syaefudin Juhri Saat Memberikan Pendalaman Materi Kepada Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 Anggota Pramuka

Pemalang ~ #HaloSahabatBawaslu, pemilih pemula atau Generasi Z merupakan kelompok strategis yang akan memiliki peran besar dalam pelaksanaan Pemilu 2029. Oleh karenanya pada kesempatan ini,  Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Pemalang, Syaefudin Juhri, S.H., menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya Bawaslu untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu berkontribusi dalam mengawasi jalannya pemilu.

Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan dukungan serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Tujuan Pendidikan Pengawas Partisipatif adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pada saat tahapan Pemilu 2029 berlangsung, masyarakat dapat berkontribusi bersama Bawaslu dalam melakukan pemantauan dan pengawasan sehingga penyelenggaraan pemilu dapat berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujar Juhri.

Ia menambahkan bahwa Generasi Z dipilih sebagai segmentasi utama kegiatan karena memiliki kedekatan yang kuat dengan perkembangan teknologi dan informasi digital, sehingga diharapkan mampu menjadi agen pengawasan partisipatif yang adaptif dan responsif terhadap berbagai dinamika kepemiluan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan pengawasan pemilu. Materi Teknik Pencegahan Pelanggaran disampaikan oleh Syaefudin Juhri, S.H., yang menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemilu harus diawasi secara aktif guna mencegah terjadinya dugaan pelanggaran maupun sengketa proses pemilu.

Juhri menegaskan bahwa keberadaan pengawas partisipatif memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu.

“Seluruh tahapan Pemilu harus diawasi dan dicegah dari potensi pelanggaran maupun sengketa proses. Karena itu, peran pengawas partisipatif sangat penting dalam membantu Bawaslu melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai kerawanan pemilu,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah strategi pencegahan yang dilakukan Bawaslu, di antaranya melalui identifikasi kerawanan, pendidikan dan sosialisasi, peningkatan partisipasi masyarakat, kerja sama dengan berbagai pihak, publikasi informasi kepemiluan, penyusunan naskah dinas, serta berbagai kegiatan pencegahan lainnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi Teknik Pelaporan Dugaan Pelanggaran yang disampaikan oleh Ika Indra Sanjaya, S.Pd., Teknik Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu oleh Chairul Umam, S.H.I., Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif oleh Mustaghfirin, S.Pd.I., Teknis Pengawasan Berbasis Digital oleh Ahmad Syifa, S.H., serta Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas oleh Sudadi, S.H.

TeguhSaka

Tidak hanya mendapatkan pembekalan terkait kepemiluan dan pengawasan partisipatif, peserta juga diperkenalkan dengan "Saka Adhyasta Pemilu" Bawaslu Kabupaten Pemalang. Materi tersebut disampaikan oleh Teguh Priyanto, S.IP., Sekretaris I Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pemalang.

Dalam paparannya, Teguh menjelaskan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah pembinaan bagi anggota Gerakan Pramuka untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengabdian di bidang demokrasi serta pengawasan pemilu.

“Adhyasta berasal dari bahasa sansekerta yang artinya Pengawal" sehingga saka ini dibentuk sebagai  kader penjaga demokrasi yang berintegritas, dan memiliki pemahaman regulasi kepemiluan, serta mampu menjadi pelopor demokrasi di tengah masyarakat,” terang Teguh.

SakaAdhyasta2026

Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini, Bawaslu Kabupaten Pemalang berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya Generasi Z, untuk terlibat aktif dalam mengawal setiap tahapan Pemilu 2029 mendatang. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan, diharapkan penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung secara demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Penulis : Soumy Mubarok

Editor : Syaefudin Juhri, S.H.