Bawaslu Pemalang Ajak Perkuat Nilai Keadilan melalui Kultum “Ngabuburit Pengawasan” Ramadan
|
Pemalang – Bawaslu Kabupaten Pemalang kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam rangkaian program Ramadan pada hari ke-19 puasa Senin (9/3/2026), yang diisi dengan kultum (kuliah tujuh menit) bertema nilai-nilai keadilan dalam kehidupan dan pengawasan pemilu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk menguatkan nilai spiritual sekaligus integritas dalam menjalankan tugas kelembagaan selama bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas & Humas, Syaefudin Juhri, S.H. menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat nilai-nilai moral, termasuk keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh Sahabat Bawaslu dan masyarakat untuk tetap menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadan agar dapat meraih kemenangan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Kita sudah memasuki hari ke-19 Ramadan. Mudah-mudahan dengan semakin mendekati akhir bulan suci ini, kita semua tetap kuat dalam menjalankan ibadah puasa serta terus meningkatkan amalan-amalan sunnah seperti salat tarawih dan ibadah lainnya hingga mencapai kemenangan di Hari Raya Idulfitri,” ujar Juhri
Dalam kultum tersebut juga disampaikan bahwa keadilan merupakan nilai yang sangat penting dan tidak mudah untuk diterapkan, karena menuntut seseorang untuk bersikap objektif, tidak memihak, dan menempatkan sesuatu secara proporsional.
Ia menegaskan bahwa nilai keadilan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi harus menjadi sikap setiap individu dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Yang namanya keadilan merupakan perilaku yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam melakukan segala hal, sehingga kita dapat bertindak seadil-adilnya,” jelas Juhri
Lebih lanjut, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 8 yang menegaskan pentingnya bersikap adil, bahkan terhadap pihak yang mungkin tidak disukai.
“Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa jangan sampai kebencian terhadap suatu kaum membuat kita berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa,” ungkapnya.
Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang dituntut untuk selalu menjunjung tinggi prinsip keadilan, baik dalam kegiatan pencegahan pelanggaran, penanganan pelanggaran, maupun penyelesaian sengketa pemilu.
“Dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu maupun pilkada, Bawaslu dituntut untuk berlaku adil kepada siapa pun, baik kepada peserta pemilu, masyarakat, maupun pihak lainnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sikap adil merupakan bagian dari nilai ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap individu maupun lembaga diharapkan senantiasa menjunjung tinggi prinsip tersebut dalam setiap aktivitas.
“Adil itu sangat dekat dengan takwa. Maka ketika kita bersikap adil, baik secara pribadi maupun kelembagaan, sejatinya kita sedang menjalankan perintah Allah SWT,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu berharap nilai-nilai keadilan, integritas, dan ketakwaan dapat terus tertanam dalam diri seluruh jajaran pengawas pemilu serta masyarakat luas. Program ini juga menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus penguatan moral dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi secara berintegritas.
Penulis : Soumy Mubarok
Editor : Syaefudin Juhri, S.H.