Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pemilu Inklusif Bawaslu Pemalang Rangkul GKJ Kabupaten Pemalang

GKJ

Bawaslu Pemalang Saat Bersama Perwakilan GKJ Pemalang

Bawaslu Kabupaten Pemalang melakukan kunjungan ke Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pemalang pada Senin (13/04/2026) dalam rangka pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Pemalang untuk memperkuat partisipasi masyarakat lintas iman dalam mewujudkan pemilu yang inklusif dan berintegritas di Kabupaten Pemalang.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Pemalang bertemu dengan Yosep Christianto, S.Ag., Selaku Pendeta GKJ Kabupaten Pemalang. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas pentingnya peran masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, dalam mendukung pengawasan dan pendidikan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pemalang, Sudadi, S.H., menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi tetap menjadi prioritas meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu. “Bahwa di masa non tahapan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai lembaga yang diberi kewenangan konstitusional sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang untuk terus melakukan langkah-langkah tugas konsolidasi demokrasi dalam memperkuat penyelenggaraan pemilihan umum di luar tahapan di Kabupaten Pemalang,” terangnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaat gereja, sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya demokrasi yang sehat dan partisipatif.

GKJKonsolidasi

Lebih lanjut Koordinator Divisi Hukum & Penyelesaian Sengketa Bawaslu Pemalang, Chairul Umam, S.H.I. menyampaikan "Bawaslu Pemalang mengajak pihak GKJ untuk berpartisipasi dalam program Kelompok Belajar Demokrasi dan Pengawasan Pemilu. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penguatan literasi demokrasi di tengah masyarakat. Sambungnya. 

Sementara itu, pihak Gereja Kristen Indonesia (GKK) Pemalang menyambut baik kunjungan tersebut. Pendeta Yosep Christianto menyampaikan bahwa gereja terbuka terhadap berbagai bentuk sosialisasi yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi. “Gereja sangat membuka luas adanya sosialisasi terkait pendidikan demokrasi kepada jemaat. Kegiatan sosialisasi kepada jemaat menjadi hal penting guna mendorong keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat dalam aspirasi demokrasi,” jawab Yosep.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pemalang berharap dapat memperluas jangkauan edukasi demokrasi serta mendorong kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat lintas iman. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas demokrasi, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di Kabupaten Pemalang.

Penulis : Soumy Mubarok

Editor : Syaefudin Juhri, S.H.